Minggu, 27 Juli 2014

Lewat MOPD Untuk Menjadi Siswa



Dari sudut kamar yang ukurannya tidak jauh lebih besar dari ukuran akuarium ikan mas koki cihuwa-huwa milik tetangga sebelah terlihat seorang gadis bernama Wulan yang tertidur dengan pulasnya.

“kringgg.. kringgg..” tiba-tiba Wulan tebangun karena suara bising yang berasal dari jam klok-klok nya dan terlebih lagi suara mama nya yang tidak mau kalah dengan kokokan ayam kesayangannya.

“Lan.. Wulan.. ayo cepetan bangun. Nanti kesiangan lho!” teriak Bu Ngati, mama Wulan

“Iya, ma..” jawab Wulan sambil sedikit mengucek-ngucek matanya yang masih penuh dengan kotoran mata. Ya, ‘belek’ . haha..

“Ayo, cepetan mandi.. udah jam tujuh tu.” bujuk Bu Ngati dari luar pintu kamar Wulan

“Apa? Jam tujuh?” jawab Wulan dengan kaget dan ia segera lari kekamar mandi

Jam pun menunjukan pukul 6.58 wib. Wulan pun segera memakai perlengkapannya untuk kesekolah dan saking buru-buru nya karena takut terlambat unntuk pergi kesekolah baru nya dia lupa memakai rok sekolah nya. Dia hanya memakai sot (celana pendek sepanjang lutut).

“Wulan...! kamu apa-apaan sih?” teriak ibu dengan mata membulat karena kaget melihat anaknya itu

“kenapa sih mama ini teriak-teriak masih pagi tau..!” sahut Wulan tak sadar

“kamu itu mau sekolah gak sih? Liat tu bawahan kamu!” sambil menunjuk ke celana kuning gambar spongebob yang sedang ia pakai

“Aaaaa...! >.< hehe.. sorr.. sori, ma..” Wulan pun langsung berlari mengambil rok SMP nya itu

“haha.. ada-ada aja sih kamu itu.. Wulan.. Wulan..” heran bu Ngati pada kelakuan anak bunngsunya itu.

Semua telah berkumpul diruang makan Ayah, Ibu, dan tidak terkecuali ke-2 kakak nya juga. Ya, Wulan adalah 3 bersaudara. Dia mempunyai 2 kakak, satu perempuan dan satu laki-laki. Namun nampaknya sebentar lagi ia akan mempunyi adik. Karena ibu Ngati sedang mengandung.

“asalamualaikum.. aku berangkat duluan..!” Wulan menyambar kedua tangan kedua orang tua nya dan berlalu

“eh.. eh.. ehhhh.. makan dulu!” sontak ibu nya pun lagi-lagi dibuat kaget oleh ulah Wulan

“udah telat, ma! Nanti beli makanan disekolah.” Teriak Wulan yang sudah ada diluar rumah

“drot.. drottt.. dot.. dot..”

“Haduhh.. berisiknya motor si Wulan itu..” suara ibu Wulan dari dalam rumah

* **

“tukkk.. tukk.. tukkk..” Wulan mengetuk pintu ruang TU di ‘calon’ sekolah barunya

“Siapa? Masuk.” Jawab ibu pengurus TU

“Silahkan duduk” sambungnya

“Iya, bu. Terimakasih” jawab Wulan

“Jadi ada apa ya, dek?”

“Jadi, kami ini mau daftar sekolah disini, bu.” Jelas Wulan yang ditemani dua orang temannya yang hampir berbarengan

“Oh.. Bawa persyaratannya gak?” tanya ibu itu lagi

“Persyaratannya apa ya, bu? Kami belum bawa hari ini.” Tanya Rismi yang saat itu duduk disamping kanan Wulan

“Oh, yaudah. Isi ini aja dulu.” Sambil memberikan selembaran formulir

Wulan dan teman-temannya daftar sekolah bersama. Karena pikir mereka takut merepotkan orang tua, mereka pun berinisiatif mendaftarkan diri ke sekolah tanpa orang tua. Tapi tenang saja.. orang tua mereka sudah tau kok sekolah mana yang mereka ingin sekolahi.

* * *

Pendaftaran pun mulai ditutup dan semua siswa baru pun sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti tahap demi tahap semua persyaratan yang telah ditentukan. Kebetulan ada tiga kategori persyaratan yang harus dijalani. Setelah semua surat-surat yang dijadikan syarat telah lengkap syarat yang pertama yaitu tes akademik. Yang ke dua yaitu tes wawancara. Dan yang ke tiga yaitu tes kesehatan.

*tes kesehatan* “Wulandari..”
Wulan pun masuk keruangan yang ukurannya tidak jauh lebih besar dari ukuran kamarnya. Untuk diperiksa kemudian didata.

“Kamu Wulandari ya?” tanya ibu pe-introgasi

“Iya, bu. Saya Wulan”
*diukur tinggi badan, berat badan, tes mata dan mencari tato*

“Yaudah. Coba lihat kupingnya” ibu pe-introgasi

“ehh.. ibu mau ngapain?” Wulan. Maklum baru pertama kali tes kayak gini

“Ibu mau lihat kamu ditindik apa enggak?”

“Ya.. ditindik dong, bu. Kan make anting” jawab Wulan dengan polosnya

“Hadeuh.. kamu itu bawel ya.. yaudah sini” sedikit kesal

“hehe.. ampunn bu” elak Wulan

***

Waktu MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik) pun tiba.

Hari pertama...
Hari ini adalah hari yang sangat menyebalkkan bagi semua peserta MOPD tidak terkecuali Wulan. Kenapa? Karena hari ini juga adalah awal mula hari pembalasan bagi kakak kelas yang tergabung dalam organisasi OSIS bisa dibilang gitu sih. Disitu setiap peserta didik harus menuruti semua rangkaian kegiatan ditambah dengan ‘ulah’ kakak kelas.

Berhubung hari pertama MOPD ini ada di bulan ramadhan semua peserta MOPD harus sudah stay di sekolah pada jam 5.30 wib. Dan itu adalah awal dari kesengsaraan didalam rangkaian kegiatan MOPD ini. Tidak lupa dengan peralatan yang harus dibawa. Saat itu peserta MOPD menggunakan aksesoris yang bisa saja dibilang aksesoris ‘orang gila’ jika pada hari biasa digunakan.

Peralatan yang harus dipakai saat sudah tiba disekolah yaitu, topi harus berwarna kuning dan terbuat dari pot tanaman. Hijabnya biasa menggunakan hijab segi empat dan dipakai tanpa peniti, jarum, atau bros dan sebagainya itu untuk perempuan. Aksesoris yang lainnya yaitu kalung. Kalung menggunakan tali rapiah yang disisipi sendal ditengahnya. Dengan name tag didada dan dipunggung masing-masing siswa, dan masih banyak lagi.

Pukul 5.37 Wulan tiba di sekolah barunya itu. Ia sudah siap dengan semua peralatan yang harus dibaawa dan dipakai. Dari kejauhan Wulan mellihat kakak kelas yanng sedari tadi menunggu didepan gerbang untuk menghukum siapa pun siswa yang telat. Dan saat Wulan turun dari motor yang mengantarnya ia pun langsung...

“kamu!” kakak kelas itu seraya  menunjuk ke arah Wulan

“iya, kak. Maaf, saya telat.” Jawab Wulan dengan rasa menyesal

“kenapa kamu telat? Kamu telat 2 menit! Push up sekarang!” bentak kakak itu

Mau gak mau Wulan pun mematuhinya. Setelah selesai dia pun dibolehkan masuk dan setelah masuk gerbang masih ada kakak kelas yang ditugaskan untuk memeriksa semua perlengkapan yang harus dipakai. Setelah mmelewati itu semua akhirnya baru dibolehkan untuk masuk ke lapangan. Dan ternyata banyak yang sudah berbaris.

Disituu kami diberi pengarahan dan sedikit permainan. Waktu pun terus berjalan sampai akhirnya pulang.

Hari kedua..
Ini adalah hari yang sangat dikhawatirkan oleh semua siswa yang mengikuti kegiatan. Semua itu bukan tanpa sebab. Semua itu karena padahari pertama kegiatan banyak digunakan didalam ruangan dan materi tentang pengenalan tentang sekolah ini.

Seperti biasa siswa harus ada di sekolah pukul 5.30 tidak lebih. Atau akan kena hukuman lagi. Kekhawatiran para peserta kegiatan ternyata terpecahkan. Karena agenda hari ini adalah materi, games dan pengenalan eskul yang ada disekolah ini.

Hari ketiga..
Hari ini adalah hari yang sangat-sangat ditunggu-tunggu karena hari ini adalah hari terakhir kegiatan.
Kegiatan dimulai dengan bintal kemudian bersantap sahur. Ya, karena hari kedua kemarin semua peserta kegiatan bermalam disekolah.  Semua antusias dalam mengantri makanan untuk sahur. Dan semua makanan itu gak ada rasanya ‘hambar’. Namun semuanya sangat bersemangat. Karena hari ini adalah hari terakhir dan hari ini juga mereka pulang kerumah masing-masing.

Setelah selesai bersantap sahur semua mengerjakan solat subuh bersama.

“Lan.. tadi pas sahur makanan kamu ada rasa nya gak? Kok punya aku hambar ya..” sapa Midun, teman satu jurusan Wulan

“haduhhh.. gak usah ditanya. Rasanya itu hmmm.. #parrah -_- untung aja ada kerupuk udangnya. Jadi ada sedikit rasa sedikit lah.. hihi” Wulan

“ah.. punya ku kerupuknya sedikit banget tau..” Midun

“yaudahlah ya.. yuuk kemasjid!” mengalihkan pembicaraan yang gak enak tentang hambar itu

***
Pukul 7.40 wib pun telah tiba. Ya, selesainya semua rangkaian MOPD yang melelahkan itu. Namun masih ada dua acara lagi yaitu upacara penutupan dan musafahah.
*upacara*
*musafahah*
Hari ini adalah hari yang menggembirakan untuk semua peserta tidak terkecuali untuk para senio juga. Musafahah diisi dengan para peserta di suruh untuk meminta tanda tangan para senior dan menulis puisi indah tentang MOPD. Setelah itu para senior bersalaman meminta maaf dan memberi selamat kepada para peserta MOPD ini.
“alhamdulilah.. akhirnya kita pulang juga ya..” mulai  Gino


“iya, swear.. badan semua kayak abis di remes-remes” jawab Imah
“Horeee..!” teriak kami
***
Akhirnya aku pun jadi siswa sah di sekolah ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar