Dari sudut kamar yang ukurannya tidak jauh
lebih besar dari ukuran akuarium ikan mas koki cihuwa-huwa milik tetangga
sebelah terlihat seorang gadis bernama Wulan yang tertidur dengan pulasnya.
“kringgg.. kringgg..” tiba-tiba Wulan
tebangun karena suara bising yang berasal dari jam klok-klok nya dan terlebih
lagi suara mama nya yang tidak mau kalah dengan kokokan ayam kesayangannya.
“Lan.. Wulan.. ayo cepetan bangun. Nanti
kesiangan lho!” teriak Bu Ngati, mama Wulan
“Iya, ma..” jawab Wulan sambil sedikit
mengucek-ngucek matanya yang masih penuh dengan kotoran mata. Ya, ‘belek’ .
haha..
“Ayo, cepetan mandi.. udah jam tujuh tu.”
bujuk Bu Ngati dari luar pintu kamar Wulan
“Apa? Jam tujuh?” jawab Wulan dengan kaget
dan ia segera lari kekamar mandi
Jam pun menunjukan pukul 6.58 wib. Wulan pun
segera memakai perlengkapannya untuk kesekolah dan saking buru-buru nya karena
takut terlambat unntuk pergi kesekolah baru nya dia lupa memakai rok sekolah
nya. Dia hanya memakai sot (celana pendek sepanjang lutut).
“Wulan...! kamu apa-apaan sih?” teriak ibu
dengan mata membulat karena kaget melihat anaknya itu
“kenapa sih mama ini teriak-teriak masih
pagi tau..!” sahut Wulan tak sadar
“kamu itu mau sekolah gak sih? Liat tu
bawahan kamu!” sambil menunjuk ke celana kuning gambar spongebob yang sedang ia
pakai
“Aaaaa...! >.< hehe.. sorr.. sori,
ma..” Wulan pun langsung berlari mengambil rok SMP nya itu
“haha.. ada-ada aja sih kamu itu.. Wulan..
Wulan..” heran bu Ngati pada kelakuan anak bunngsunya itu.
Semua telah berkumpul diruang makan Ayah,
Ibu, dan tidak terkecuali ke-2 kakak nya juga. Ya, Wulan adalah 3 bersaudara.
Dia mempunyai 2 kakak, satu perempuan dan satu laki-laki. Namun nampaknya
sebentar lagi ia akan mempunyi adik. Karena ibu Ngati sedang mengandung.
“asalamualaikum.. aku berangkat duluan..!”
Wulan menyambar kedua tangan kedua orang tua nya dan berlalu
“eh.. eh.. ehhhh.. makan dulu!” sontak ibu
nya pun lagi-lagi dibuat kaget oleh ulah Wulan
“udah telat, ma! Nanti beli makanan
disekolah.” Teriak Wulan yang sudah ada diluar rumah
“drot.. drottt.. dot.. dot..”
“Haduhh.. berisiknya motor si Wulan itu..”
suara ibu Wulan dari dalam rumah
* **
“tukkk.. tukk.. tukkk..” Wulan mengetuk
pintu ruang TU di ‘calon’ sekolah barunya
“Siapa? Masuk.” Jawab ibu pengurus TU
“Silahkan duduk” sambungnya
“Iya, bu. Terimakasih” jawab Wulan
“Jadi ada apa ya, dek?”
“Jadi, kami ini mau daftar sekolah disini,
bu.” Jelas Wulan yang ditemani dua orang temannya yang hampir berbarengan
“Oh.. Bawa persyaratannya gak?” tanya ibu
itu lagi
“Persyaratannya apa ya, bu? Kami belum bawa
hari ini.” Tanya Rismi yang saat itu duduk disamping kanan Wulan
“Oh, yaudah. Isi ini aja dulu.” Sambil
memberikan selembaran formulir
Wulan dan teman-temannya daftar sekolah
bersama. Karena pikir mereka takut merepotkan orang tua, mereka pun
berinisiatif mendaftarkan diri ke sekolah tanpa orang tua. Tapi tenang saja..
orang tua mereka sudah tau kok sekolah mana yang mereka ingin sekolahi.
* * *
Pendaftaran pun mulai ditutup dan semua
siswa baru pun sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti tahap demi tahap
semua persyaratan yang telah ditentukan. Kebetulan ada tiga kategori
persyaratan yang harus dijalani. Setelah semua surat-surat yang dijadikan
syarat telah lengkap syarat yang pertama yaitu tes akademik. Yang ke dua yaitu tes
wawancara. Dan yang ke tiga yaitu tes kesehatan.
*tes kesehatan* “Wulandari..”
Wulan pun masuk keruangan yang ukurannya
tidak jauh lebih besar dari ukuran kamarnya. Untuk diperiksa kemudian didata.
“Kamu Wulandari ya?” tanya ibu pe-introgasi
“Iya, bu. Saya Wulan”
*diukur tinggi badan, berat badan, tes mata
dan mencari tato*
“Yaudah. Coba lihat kupingnya” ibu
pe-introgasi
“ehh.. ibu mau ngapain?” Wulan. Maklum baru
pertama kali tes kayak gini
“Ibu mau lihat kamu ditindik apa enggak?”
“Ya.. ditindik dong, bu. Kan make anting” jawab
Wulan dengan polosnya
“Hadeuh.. kamu itu bawel ya.. yaudah sini”
sedikit kesal
“hehe.. ampunn bu” elak Wulan
***
Waktu MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik)
pun tiba.
Hari pertama...
Hari ini adalah hari yang sangat menyebalkkan
bagi semua peserta MOPD tidak terkecuali Wulan. Kenapa? Karena hari ini juga
adalah awal mula hari pembalasan bagi kakak kelas yang tergabung dalam
organisasi OSIS bisa dibilang gitu sih. Disitu setiap peserta didik harus
menuruti semua rangkaian kegiatan ditambah dengan ‘ulah’ kakak kelas.
Berhubung hari pertama MOPD ini ada di bulan
ramadhan semua peserta MOPD harus sudah stay di sekolah pada jam 5.30 wib. Dan
itu adalah awal dari kesengsaraan didalam rangkaian kegiatan MOPD ini. Tidak
lupa dengan peralatan yang harus dibawa. Saat itu peserta MOPD menggunakan
aksesoris yang bisa saja dibilang aksesoris ‘orang gila’ jika pada hari biasa
digunakan.
Peralatan yang harus dipakai saat sudah tiba
disekolah yaitu, topi harus berwarna kuning dan terbuat dari pot tanaman.
Hijabnya biasa menggunakan hijab segi empat dan dipakai tanpa peniti, jarum,
atau bros dan sebagainya itu untuk perempuan. Aksesoris yang lainnya yaitu
kalung. Kalung menggunakan tali rapiah yang disisipi sendal ditengahnya. Dengan
name tag didada dan dipunggung masing-masing siswa, dan masih banyak lagi.
Pukul 5.37 Wulan tiba di sekolah barunya
itu. Ia sudah siap dengan semua peralatan yang harus dibaawa dan dipakai. Dari
kejauhan Wulan mellihat kakak kelas yanng sedari tadi menunggu didepan gerbang
untuk menghukum siapa pun siswa yang telat. Dan saat Wulan turun dari motor
yang mengantarnya ia pun langsung...
“kamu!” kakak kelas itu seraya menunjuk ke arah Wulan
“iya, kak. Maaf, saya telat.” Jawab Wulan
dengan rasa menyesal
“kenapa kamu telat? Kamu telat 2 menit! Push
up sekarang!” bentak kakak itu
Mau gak mau Wulan pun mematuhinya. Setelah
selesai dia pun dibolehkan masuk dan setelah masuk gerbang masih ada kakak
kelas yang ditugaskan untuk memeriksa semua perlengkapan yang harus dipakai.
Setelah mmelewati itu semua akhirnya baru dibolehkan untuk masuk ke lapangan.
Dan ternyata banyak yang sudah berbaris.
Disituu kami diberi pengarahan dan sedikit
permainan. Waktu pun terus berjalan sampai akhirnya pulang.
Hari kedua..
Ini adalah hari yang sangat dikhawatirkan
oleh semua siswa yang mengikuti kegiatan. Semua itu bukan tanpa sebab. Semua
itu karena padahari pertama kegiatan banyak digunakan didalam ruangan dan
materi tentang pengenalan tentang sekolah ini.
Seperti biasa siswa harus ada di sekolah
pukul 5.30 tidak lebih. Atau akan kena hukuman lagi. Kekhawatiran para peserta
kegiatan ternyata terpecahkan. Karena agenda hari ini adalah materi, games dan
pengenalan eskul yang ada disekolah ini.
Hari ketiga..
Hari ini adalah hari yang sangat-sangat
ditunggu-tunggu karena hari ini adalah hari terakhir kegiatan.
Kegiatan dimulai dengan bintal kemudian
bersantap sahur. Ya, karena hari kedua kemarin semua peserta kegiatan bermalam
disekolah. Semua antusias dalam
mengantri makanan untuk sahur. Dan semua makanan itu gak ada rasanya ‘hambar’.
Namun semuanya sangat bersemangat. Karena hari ini adalah hari terakhir dan
hari ini juga mereka pulang kerumah masing-masing.
Setelah selesai bersantap sahur semua
mengerjakan solat subuh bersama.
“Lan.. tadi pas sahur makanan kamu ada rasa
nya gak? Kok punya aku hambar ya..” sapa Midun, teman satu jurusan Wulan
“haduhhh.. gak usah ditanya. Rasanya itu
hmmm.. #parrah -_- untung aja ada kerupuk udangnya. Jadi ada sedikit rasa
sedikit lah.. hihi” Wulan
“ah.. punya ku kerupuknya sedikit banget
tau..” Midun
“yaudahlah ya.. yuuk kemasjid!” mengalihkan
pembicaraan yang gak enak tentang hambar itu
***
Pukul 7.40 wib pun telah tiba. Ya,
selesainya semua rangkaian MOPD yang melelahkan itu. Namun masih ada dua acara
lagi yaitu upacara penutupan dan musafahah.
*upacara*
*musafahah*
Hari ini adalah hari yang menggembirakan
untuk semua peserta tidak terkecuali untuk para senio juga. Musafahah diisi
dengan para peserta di suruh untuk meminta tanda tangan para senior dan menulis
puisi indah tentang MOPD. Setelah itu para senior bersalaman meminta maaf dan
memberi selamat kepada para peserta MOPD ini.
“alhamdulilah.. akhirnya kita pulang juga
ya..” mulai Gino
“iya, swear.. badan semua kayak abis di
remes-remes” jawab Imah
“Horeee..!” teriak kami
***
Akhirnya aku pun jadi siswa sah di sekolah
ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar