Rabu, 25 Juni 2014

My First (gajahpolengku)

Hari ini adalah hari-hari terakhir menjelang hari perpisahan anak kelas 12. Dan hari ini juga aku tidak ke sekolah seperti biasa rutinitasku. Kerjaanku hanya mendengarkan musik, tiduran, dan bermain dengan kucing kesayanganku. Bosan memang. Malah pake banget. -_-‘


Karena hari ini aku tidak masuk sekolah otomatis aku tak tahu info apa saja yang sudah keluar hari ini. Dan belajar dari pengalaman siswi malas yang maunya praktis terus. Ya, aku dan sebagian teman-temanku, aku mencari info dari SMS. Aku mulai bertanya kepada setiap teman-temanku dan ternyata hari ini ada pengumuman tentang remidial Bahasa Indonesia. Alhamdulilah, ternyata aku pun lulus alias gak kena remidial, huahaha.. seneng, tapi sedikit sedih juga sih.. karena nilaiku sekarang malah turun dari semester kemarin.


Mungkin benar apa kata sahabatku itu. Ya, mungkin nilai-nilaiku turun karena akhir-akhir ini aku selalu galau. Ya, penyakit anak muda yang lagi trend  saat ini. Aku pun heran kenapa bisa-bisanya aku terjangkit penyakit ini, haha.. lucu memang.. Anak secuek dan sependiam seperti aku bisa galau juga ternyata.


Oiya, kemarin aku bikin status gitu kan di Fb, nah isinya gini “nobody can hear me” eh.. di coment gini sama guruku “you can get ‘the TOA’ in the mosque, use it. Haha.. ” parah juga ya guruku itu. Akhir-akhir ini juga dia sering ngoment-ngoment statusku gitu. Aku sering memanggilnya dengan Pak Angel. Namanya Angel? Bukan, itu singkatan dari nama asli dia. Nama aslinya Angga Zaenal. Aku juga heran kok bisa ya dia dapet singkatan yang ‘koplak’ itu .


Tapi, lumayan juga sih selera humornya. Apapun topiknya selalu bisa bikin orang disekitarnya tertawa. Dan gak hanya itu, ternyata dia itu saudaranya Lita sahabatku. Dan Lita itu saudaranya pacar mba ku, namanya Toni. Dan yang paling kerenya lagi Toni adalah saudaranya gebetanku. Lucu juga ya, dunia ini terkadang sempit juga. Tapi sayangnya.. sekarang dia udah punya pacar. Dan sekarang statusku dengannya hanya sebatas adek kakak.


Apa? Aku adeknya dia? Bukan, kita adek kakak-an. Itu lho.. kakak adek bohong-bohongan. Jadi aku pernah baca di salah satu blog gitu. Kalok orang yang adek kakak-an gitu, itu salah satu dari mereka ada yang suka ke yang satunya dan malu buat ngungkapinnya karena takut di tolak jadi mereka adek kakak-an aja. Gitu.

Jadi inget cerita lama. Dulu itu dia juga pernah jadi kakak kelasku waktu kita masih sama-sama sekolah di SD yang sama. Dan sekarang malah ketemu dia lagi, lagi-lagi di SMA yang sama. Jadi kakak kelas satu jurusan pula. Aku sama dia beda Cuma 2 tahun. Jadi aku gak terlalu nganggap dia sebagai kakak. Lebih kepada teman.. Yang pasti aku sayang dia, hehe.


Pertama kali ‘ngeh’ sama dia itu waktu.. waktu SD? Bukan lah.. ngeh sama dia itu waktu aku masih kelas 1 di SMA itu. Jadi ceritanya gini, seperti keseharianku yang selalu saling antar-mengantar antara aku dan teman sebangku ku, Lita. Setiap salah satu dari kami ada urusan, salah satu dari kami pasti mengantarnya. Nah, kebetulan target tempat kunjungan pertama kami untuk didatangi disekolah yaitu ‘Wc Lab Kimia’.

Seperti biasa kerjaan Ita (panggilan anak-anak ke dia) setiap pagi itu yaitu setor air pipis ke Wc Sekolah. Ya, mungkin itu cara dia adaptasi di sekolah barunya. Hehe. Dan aku yang mengantarnya ke Wc. Aku menunggunya didepan pintu Wc itu. Itu karena ia selalu memintaku melakukan hal itu. Mungkin ia takut jika tiba-tiba ada seekor singa atau badak yang menyeruduknya lewat depan pintu Wc itu. Sebelum ia keluar dan selesai dari ritualnya, pipa air yang ada di depan pintu Wc itu bocor dan seketika itu aku cari bantuan ke siapa pun yang ada di Lab Kimia. Karena lab ini lah yang terdekat,

“tuk.. tukk.. tukk..” ku ketuk pintu Lab.


“kreakk..” pintu dibuka.


“Bapaknya ada? (guru Lab)” tanyaku.


“Oh, gak ada, dek. Ada apa ya?” jawab suara itu.


 “A..aa..nu, itu pipa didepan bocor. Bisa bantu benerin?” tanyaku sedikit gugup.


Dan tak lama kemudian si pemilik suara dari Lab itu pun keluar, yang tadinya sibuk dengan gelas-gelas kimia bersama temannya seketika terganggu oleh gadis berkacamata dengan pipa bocor dari sebuah Wc. Dan waktu itu juga Ita sudah selesai dari menjalankan ritualnya dari dalam Wc itu. Karena waktu itu sudah ada guru ‘mematikan’ yang sedari tadi menunggu kami, tanpa basa-basi aku dan temanku itu langsung kabur. Dengan hampir berbarengan teriak kami “Benerin ya, kak..” dan sambil menoleh melihat ekspresi kakak itu.


Lucu, kesan pertama yang bikin.. hmm. Gitu. Apa lagi dengan wajah bego si kakak dan temannya itu. pokoknya ngakak abis kalok dibayangin. Haha..

Keesokan harinnya ada temanku anak IPA juga ia datang ke kelasku. Dia bilang “Ndar.. Ndar.. ada yang nyari lo tu di Lab..”. “Siapa yang nyari gw?” balasku. Dan temanku itu pun langsung melenyap seketika. Hm..


“Nah lo Ndar..” tiba-tiba bisik Lita dengan jahilnya.


“Apaan sii.!”


“Jangan-jangan kakak yang kemaren pengen bales dendam gara-gara dia kira kita ngerjain dia.”


“wah.. masa? Orang pipa nya bocor sendiri terus kita ada pelajaran Bu BCL. Mana mungkin..”


“Yaudahlah ya, kesana cepet! Ntar malah parah lo..”


“Anter gw ya..” dengan wajah memelas.


“Lha kan Cuma lo yang dicari” sistdus.


“Udah, ayo!” sambilku tarik tangannya.



Karena Lab dengan kelas kami yang gak terlalu jauh jaraknya dan kami pun segera kesana dengan satu pasang sepatu kami tanpa naik bis Langgeng Jaya  kami siap berangkat (apa ini). #Gaje.


Kami pun tiba di depan Lab tercinta yang baunya sudah seperti gudang kaos kaki yang seabad belum pernah dibersihin karena baru saja selesai kelas Biologi. Gak nyambung ya.. he..


“Oh.. kamu yang namanya Ndari ya..” suara itu lagi.


“Iya, ada apa? Ini Ndari.” jawabku to the point.


“Enggak.. sebelumnya kita pernah ketemu gak sih? Kok kayaknya kamu udah gak asing gitu”


“Lha.. kan kemaren kita baru ketemu” jawabku lagi.


“Iya, maksudnya sebelum itu?” tanyanya sambil mengunyah permen karet.


“Hm.. suruh kesini cuma nanya gitu doang?” entah sopan atau tidak aku langsung meninggalkan tempat itu.


Dengan wajah itu lagi dia menatapku. Hm.. Dan mulai dari situlah aku malah suka sama dia. 



***




Tanggal favorite ku pun tiba. Ya, tanggal 13 Desember hari ulang tahunku. hari itu umurku bertambah 1 tahun. Jadi makin tua aja deh. Haha.. Kalok orang-orang bilang sweet 17th beda kalok tanya pendapatku. Kalok menurutku sweet 17th itu kalah sama sweet 16th. Kenapa? Karena waktu ultahku yang ke 16. Disitu aku banyak mendapat semua yang indah. Mulai dari sahabat-sahabatku yang bikin kejutan sampai 3 hari lamanya, kado-kado ucapan dan doa itu membuatku sungguh bahagia.. 


Esok harinya tanggal 14. “drtt.. drtt..” tanda SMS masuk. ternyata dari kakak itu, “Wah.. adekku ultahnya gak bilang-bilang ni.. selamat ulang tahun ya.. panjang umur, sukses deh dan semoga tambah banyak yang sayang ya..” senyum-senyum sendiri, kayak orgil pas baca pesan itu. Tapi beneran deh meski pun orang baca nya biasa aja tapi.. tapi.. tapi.. so sweet bikin melting kalok aku yang baca. ah lebay ya aku. Tapi, dari mana ya dia dapat no Handphone ku?


Beberapa bulan kemudian dia sering nanya tentang cewek yang bernama Sinta. Aku sedikit cemburu. Ya, dia suka cewek itu.. usut punya usut ternyata dia adalah teman seangkatan. Cuma kita kurang deket dia ada di kelas IPS. Yap! Kita Beda kelas.

Mungkin ini yang namanya berkorban demi cinta. Aku comblangin mereka. Sinta dan gebetanku, Dovi. Kalok dipikir-pikir memang bodoh banget aku. Mau-maunya nyomblangin gebetan sendiri ke orang lain.


Tapi, aku pengen orang yang aku sayang itu bahagia meski gak sama aku. Karena prinsip ini juga sih “Buat apa dia deket sama kita kalok di hatinya bukan kita” toh sama-sama nyeseknya ‘kan?


Yang sudah biarlah sudah. Dan sampai hari ini aku masih nyimpen rasa itu ke dia. Menurut ku ini rasa suka ku ke seorang cowok yang paling lama. Bayangin udah dari kelas 6 SD. Lama ‘kan?


Dan semenjak dia udah jadian sama cewek itu. Dia jarang bales SMS ku lagi. Sedih juga sih.. ahh.. bukan sedih lagi. Lebih-lebih ‘nyesek’ (plus) nyesel. Oiya. Karena itu semua dia adalah cinta gajahpolengku.. entah apa artinya yang pasti ku senang menyebutnya seperti itu.


Dia lah yang memberi tahu kepadaku tentang apa itu cinta. Dan kami pun sama-sama suka hujan karena menurut kami hujan itu indah.


Terkadang hujan memang membuat sebagian orang merasa risih karena jalan yang licin, tetesan air yang menembus genting rumah yang bocor, dan selalu identik dengan yang namanya basah dan nyebelin. Tapi terkadang hujan itu indah juga kok. Tanpa hujan kekeringan dimana-mana, tanpa hujan juga bumi kehausan. Dan istimewa hujan itu ada lagi.. suara dari rintikannya dapat membuat tenang saat mendengarnya. seakan-akan air hujan itu yang akan menyapu ssemua kesedihan, kegelisahan, dan air mata yang tak terlihat. I love the rain without thunder inside.. 




“untuk melihat pelangi perlu sedikit hujan”





Karya: Rita Wulandari
Fb: Rita Suwardy
Twitter: @aritwae_
Situs_Blog: ritawae.blogspot.com


   Maaf isi cerpennya ngawur dari judulnya. Semua itu karena ini adalah cerpen perdana saya.
Cerpen (cerita pendek), cerita sehari-hari mau fiktif atau pun fakta. Intinya kita bercerita didalamnya. Terimakasih sudah mau baca. :)