Hari ini
adalah hari-hari terakhir menjelang hari perpisahan anak kelas 12. Dan hari ini
juga aku tidak ke sekolah seperti biasa rutinitasku. Kerjaanku hanya mendengarkan
musik, tiduran, dan bermain dengan kucing kesayanganku. Bosan memang. Malah
pake banget. -_-‘
Karena
hari ini aku tidak masuk sekolah otomatis aku tak tahu info apa saja yang sudah
keluar hari ini. Dan belajar dari pengalaman siswi malas yang maunya praktis
terus. Ya, aku dan sebagian teman-temanku, aku mencari info dari SMS. Aku mulai bertanya kepada setiap
teman-temanku dan ternyata hari ini ada pengumuman tentang remidial Bahasa Indonesia.
Alhamdulilah, ternyata aku pun lulus alias gak kena remidial, huahaha.. seneng, tapi sedikit sedih juga sih.. karena
nilaiku sekarang malah turun dari semester kemarin.
Mungkin
benar apa kata sahabatku itu. Ya, mungkin nilai-nilaiku turun karena
akhir-akhir ini aku selalu galau. Ya, penyakit anak muda yang lagi trend saat ini. Aku pun heran kenapa bisa-bisanya
aku terjangkit penyakit ini, haha.. lucu memang.. Anak secuek dan sependiam
seperti aku bisa galau juga ternyata.
Oiya,
kemarin aku bikin status gitu kan di Fb, nah isinya gini “nobody can hear me” eh.. di coment
gini sama guruku “you can get ‘the
TOA’ in the mosque, use it. Haha.. ” parah juga ya guruku itu. Akhir-akhir ini
juga dia sering ngoment-ngoment statusku gitu. Aku sering memanggilnya dengan
Pak Angel. Namanya Angel? Bukan, itu singkatan dari nama asli dia. Nama aslinya
Angga Zaenal. Aku juga heran kok bisa ya dia dapet singkatan yang ‘koplak’ itu .
Tapi,
lumayan juga sih selera humornya. Apapun topiknya selalu bisa bikin orang
disekitarnya tertawa. Dan gak hanya itu, ternyata dia itu saudaranya Lita
sahabatku. Dan Lita itu saudaranya pacar mba ku, namanya Toni. Dan yang paling kerenya
lagi Toni adalah saudaranya gebetanku. Lucu juga ya, dunia ini terkadang sempit
juga. Tapi sayangnya.. sekarang dia udah punya pacar. Dan sekarang statusku
dengannya hanya sebatas adek kakak.
Apa? Aku adeknya
dia? Bukan, kita adek kakak-an. Itu lho.. kakak adek bohong-bohongan. Jadi aku pernah baca di salah satu blog
gitu. Kalok orang yang adek kakak-an gitu, itu salah satu dari mereka ada yang
suka ke yang satunya dan malu buat ngungkapinnya karena takut di tolak jadi
mereka adek kakak-an aja. Gitu.
Jadi
inget cerita lama. Dulu itu dia juga pernah jadi kakak kelasku waktu kita masih
sama-sama sekolah di SD yang sama. Dan sekarang malah ketemu dia lagi,
lagi-lagi di SMA yang sama. Jadi kakak kelas satu jurusan pula. Aku sama dia
beda Cuma 2 tahun. Jadi aku gak terlalu nganggap dia sebagai kakak. Lebih
kepada teman.. Yang pasti aku sayang dia, hehe.
Pertama
kali ‘ngeh’ sama dia itu waktu.. waktu SD? Bukan lah.. ngeh sama dia itu waktu aku
masih kelas 1 di SMA itu. Jadi ceritanya gini, seperti keseharianku yang selalu
saling antar-mengantar antara aku dan teman sebangku ku, Lita. Setiap salah
satu dari kami ada urusan, salah satu dari kami pasti mengantarnya. Nah,
kebetulan target tempat kunjungan pertama kami untuk didatangi disekolah yaitu
‘Wc Lab Kimia’.
Seperti
biasa kerjaan Ita (panggilan anak-anak ke dia) setiap pagi itu yaitu setor air
pipis ke Wc Sekolah. Ya, mungkin itu cara dia adaptasi di sekolah barunya. Hehe. Dan aku yang mengantarnya ke Wc. Aku menunggunya
didepan pintu Wc itu. Itu karena ia selalu memintaku melakukan hal itu. Mungkin
ia takut jika tiba-tiba ada seekor singa atau badak yang menyeruduknya lewat
depan pintu Wc itu. Sebelum ia keluar dan selesai dari ritualnya, pipa air yang
ada di depan pintu Wc itu bocor dan seketika itu aku cari bantuan ke siapa pun
yang ada di Lab Kimia. Karena lab ini lah yang terdekat,
“tuk..
tukk.. tukk..” ku ketuk pintu Lab.
“kreakk..” pintu dibuka.
“Bapaknya
ada? (guru Lab)” tanyaku.
“Oh, gak
ada, dek. Ada apa ya?” jawab suara itu.
“A..aa..nu, itu pipa didepan bocor. Bisa bantu
benerin?” tanyaku sedikit gugup.
Dan tak lama
kemudian si pemilik suara dari Lab itu pun keluar, yang tadinya sibuk dengan gelas-gelas
kimia bersama temannya seketika terganggu oleh gadis berkacamata dengan pipa
bocor dari sebuah Wc. Dan waktu itu juga Ita sudah selesai dari menjalankan
ritualnya dari dalam Wc itu. Karena waktu itu sudah ada guru ‘mematikan’ yang sedari
tadi menunggu kami, tanpa basa-basi aku dan temanku itu langsung kabur. Dengan
hampir berbarengan teriak kami “Benerin ya, kak..” dan sambil menoleh melihat
ekspresi kakak itu.
Lucu,
kesan pertama yang bikin.. hmm. Gitu. Apa lagi dengan wajah bego si kakak dan
temannya itu. pokoknya ngakak abis kalok dibayangin. Haha..
Keesokan
harinnya ada temanku anak IPA juga ia datang ke kelasku. Dia bilang “Ndar.. Ndar..
ada yang nyari lo tu di Lab..”. “Siapa yang nyari gw?” balasku. Dan temanku itu
pun langsung melenyap seketika. Hm..
“Nah lo Ndar..”
tiba-tiba bisik Lita dengan jahilnya.
“Apaan
sii.!”
“Jangan-jangan
kakak yang kemaren pengen bales dendam gara-gara dia kira kita ngerjain dia.”
“wah..
masa? Orang pipa nya bocor sendiri terus kita ada pelajaran Bu BCL. Mana
mungkin..”
“Yaudahlah
ya, kesana cepet! Ntar malah parah lo..”
“Anter gw
ya..” dengan wajah memelas.
“Lha kan
Cuma lo yang dicari” sistdus.
“Udah,
ayo!” sambilku tarik tangannya.
Karena
Lab dengan kelas kami yang gak terlalu jauh jaraknya dan kami pun segera kesana
dengan satu pasang sepatu kami tanpa naik bis Langgeng Jaya kami siap
berangkat (apa ini). #Gaje.
Kami pun
tiba di depan Lab tercinta yang baunya sudah seperti gudang kaos kaki yang
seabad belum pernah dibersihin karena baru saja selesai kelas Biologi. Gak
nyambung ya.. he..
“Oh..
kamu yang namanya Ndari ya..” suara itu lagi.
“Iya, ada
apa? Ini Ndari.” jawabku to the point.
“Enggak..
sebelumnya kita pernah ketemu gak sih? Kok kayaknya kamu udah gak asing gitu”
“Lha..
kan kemaren kita baru ketemu” jawabku lagi.
“Iya,
maksudnya sebelum itu?” tanyanya sambil mengunyah permen karet.
“Hm..
suruh kesini cuma nanya gitu doang?” entah sopan atau tidak aku langsung meninggalkan
tempat itu.
Dengan
wajah itu lagi dia menatapku. Hm.. Dan mulai dari situlah aku malah suka sama
dia.
***
Tanggal
favorite ku pun tiba. Ya, tanggal 13 Desember hari ulang tahunku. hari itu
umurku bertambah 1 tahun. Jadi makin tua aja deh. Haha.. Kalok orang-orang bilang sweet 17th beda kalok tanya pendapatku.
Kalok menurutku sweet 17th itu kalah sama sweet
16th. Kenapa? Karena waktu ultahku yang ke 16. Disitu aku banyak mendapat
semua yang indah. Mulai dari sahabat-sahabatku yang bikin kejutan sampai 3 hari
lamanya, kado-kado ucapan dan doa itu membuatku sungguh bahagia..
Esok harinya
tanggal 14. “drtt.. drtt..” tanda SMS masuk. ternyata dari kakak itu, “Wah..
adekku ultahnya gak bilang-bilang ni.. selamat ulang tahun ya.. panjang umur,
sukses deh dan semoga tambah banyak yang sayang ya..” senyum-senyum sendiri,
kayak orgil pas baca pesan itu. Tapi beneran deh meski pun orang baca nya biasa
aja tapi.. tapi.. tapi.. so sweet bikin
melting kalok aku yang baca. ah lebay
ya aku. Tapi, dari mana ya dia dapat no Handphone
ku?
Beberapa
bulan kemudian dia sering nanya tentang cewek yang bernama Sinta. Aku sedikit
cemburu. Ya, dia suka cewek itu.. usut punya usut ternyata dia adalah teman seangkatan.
Cuma kita kurang deket dia ada di kelas IPS. Yap! Kita Beda kelas.
Mungkin
ini yang namanya berkorban demi cinta. Aku comblangin mereka. Sinta dan
gebetanku, Dovi. Kalok dipikir-pikir memang bodoh banget aku. Mau-maunya
nyomblangin gebetan sendiri ke orang lain.
Tapi, aku
pengen orang yang aku sayang itu bahagia meski gak sama aku. Karena prinsip ini
juga sih “Buat apa dia deket sama kita kalok di hatinya bukan kita” toh
sama-sama nyeseknya ‘kan?
Yang
sudah biarlah sudah. Dan sampai hari ini aku masih nyimpen rasa itu ke dia.
Menurut ku ini rasa suka ku ke seorang cowok yang paling lama. Bayangin udah
dari kelas 6 SD. Lama ‘kan?
Dan
semenjak dia udah jadian sama cewek itu. Dia jarang bales SMS ku lagi. Sedih
juga sih.. ahh.. bukan sedih lagi. Lebih-lebih ‘nyesek’ (plus) nyesel. Oiya. Karena
itu semua dia adalah cinta gajahpolengku.. entah apa artinya yang pasti ku senang menyebutnya seperti itu.
Dia lah
yang memberi tahu kepadaku tentang apa itu cinta. Dan kami pun sama-sama suka
hujan karena menurut kami hujan itu indah.
Terkadang
hujan memang membuat sebagian orang merasa risih karena jalan yang licin,
tetesan air yang menembus genting rumah yang bocor, dan selalu identik dengan
yang namanya basah dan nyebelin. Tapi terkadang hujan itu indah juga kok. Tanpa
hujan kekeringan dimana-mana, tanpa hujan juga bumi kehausan. Dan istimewa
hujan itu ada lagi.. suara dari rintikannya dapat membuat tenang saat
mendengarnya. seakan-akan air hujan itu yang akan menyapu ssemua kesedihan,
kegelisahan, dan air mata yang tak terlihat. I love the rain without thunder
inside..
“untuk
melihat pelangi perlu sedikit hujan”
Karya: Rita
Wulandari
Fb: Rita
Suwardy
Twitter:
@aritwae_
Situs_Blog: ritawae.blogspot.com
E-mail: Ritawae13@gmail.com
Maaf isi cerpennya ngawur dari judulnya.
Semua itu karena ini adalah cerpen perdana saya.
Cerpen (cerita
pendek), cerita sehari-hari mau fiktif atau pun fakta. Intinya kita bercerita
didalamnya. Terimakasih sudah mau baca. :)